SESUNGGUHNYA CINTA
Kini aku mulai duduk di bangku SMP, hari-hari aku lalui begitu biasa-biasa saja. Ach ,, memang membosankan .aku tak suka dengan keramaian ,dengan sifat keduniawian, sedangkan watak teman-temanku sngat berbeda jauh denganku ingin rasanya aku berzuhud menceramahi mereka, ingin aku ajak mereka berzuhud, tapi aku tak bisa,itu hak mereka .Siang malam aku selalu memikirkan akhirat, tapi mungkinkah zuhud ku ini salah. Ach sudahlah,
biarkan saja sifat ini sejalan dengan berjalannya waktu .
Mentari pagi menerobos masuk kejendela kamar ku.aku harus pergi kesekolah yang menurutku amat sangat membosankan. Kunaiki sepedaku ,ku gayuh denganrasa amat malas hingga akhirnya kenakalan remaja masuk dalam jiwaku. Aku putuskan untuk keluar dari sekolah, aku tak suka dengan keraian. Setelah aku keluar dari sekolah aku hanya diam diri di rumah, tak ada yang bisa aku kerjakan. terasa aman membosankan, bahkan lebih membosankan dari bersekolah dulu. aku berniat untuk mencari pekerjaan, tapi mana ada yang mau menerimaku, lulus SMP saja tidak aku muslim sejati, Allah tak suka hambanya yang berputus asa, maka aku harus terus berusaha tak boleh arangku itu patah.
Dengan semabgat yang menggebu aku terus berusaha mencari pekerjaan, smpai akhirnya akumelihat sesosok wanita berkerudung merah " subbahaanallah sungguh anggunnya wanita itu !" terbesit rasa kagumku pada wanita itu. "Astagfirullah, apa yang ada dalam fikiranku tadi". Wanita itu telah membuat hari-hari ku menjadi penuh warna. ini adalah pertama kalinya aku tertarik pada sosok wanita, bisa dibilng ini adalah cinta pertamaku. "apakah perasaanku ini salah Yaa Allah, mengapa aku selalu teringat wanita itu ". Aku selalu memohon agar Allah memberikan petunjuk kepadaku.
Hari demi hari perasaanku semakin tak karuan, aku berniat untuk mendatanginya, tapi aku tak berani untuk menyapanya, apalagi mendekatinya, yang bisa aku lakukan hanya memandanginya dari jauh itupun sudah cukup untukku. Sampai akhirnya perasaanku di ketahui oleh kakakku, dan malam harinya aku diantar kakakku untuk bersilaturahim kerumah wanita itu,Maryam namanya. Tibalah aku dan kakakku didepan pintu rumah Maryam.
"Tok,,tok,,tok,,Assalaamualaikum".
"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk mas......."!
Oh, subbahaanallah suaranay menggetarkan hatiku, membuat aku tak bisa melngkah masuk. Kenapa aku ini ,bibirku seakan terkunci untuk berbicara, bahkan tak sanggup rasanya memandanginya , tubuhku bergetar. Dan akhirnya aku memulai pembicaraan itu meki ak utak mampu menatap matanya. Aku pun segera pamit untuk pulng, aku tak ingin lama-lama berada di dekatnya, aku tak ingin hawa nafsu masuk dalam jiwaku.
"katakan perasaanmu pada maryam , Yunus,,,,, sebelum dia ada yang punya. "kata-kata itu selalu ada dalam fikiranku. Mungkin aku harys katakan. Ya, mungkin ini saatnya,,,!
Aku temui Maryam, dengan kata bassmalah aku berkata "Maryam aku suka sama kamu."
"Subbahanallah mas, mungkin sudah terlambat ,,,,! aku sudah di tunangkan oleh orang tuaku ,,!!. Hatiku hancur berkeping-keping mendengar perkataan wanita yang sudah menjadi penyemangat hidupku. Aku pulng dengan kesedihan yang sangat mendalam, mungkin ini adalah jalan yang terbaik yang di berikan Allah padaku, aku harus tetap semanagt.
dan mulai sekarang sifatku kembali seperti dulu. Aku menjadi seorang yang pendiam dan memperdalam ilmu thoriqoh ku. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta pada Allah, cinta yang membuat hidupku begitu ndah, damai, begitu berarti dan membuatku begitu sejuk .

