WELCOME TO

Senin, 06 Januari 2014

Sesungguhnya Cinta



SESUNGGUHNYA CINTA

          Kini aku mulai duduk di bangku SMP, hari-hari aku lalui begitu biasa-biasa saja. Ach ,, memang membosankan .aku tak suka dengan keramaian ,dengan sifat keduniawian, sedangkan watak teman-temanku sngat berbeda jauh denganku ingin rasanya aku berzuhud menceramahi mereka, ingin aku ajak mereka berzuhud, tapi aku tak bisa,itu hak mereka .Siang malam aku selalu memikirkan akhirat, tapi mungkinkah zuhud ku ini salah.  Ach  sudahlah,
biarkan saja sifat ini sejalan dengan berjalannya waktu .
          Mentari pagi menerobos masuk kejendela kamar ku.aku harus pergi kesekolah yang menurutku amat sangat membosankan. Kunaiki sepedaku ,ku gayuh denganrasa amat malas hingga akhirnya kenakalan remaja masuk dalam jiwaku. Aku putuskan untuk keluar dari sekolah, aku tak suka dengan keraian. Setelah aku keluar dari sekolah aku hanya diam diri di rumah, tak ada yang bisa aku kerjakan. terasa aman membosankan, bahkan lebih membosankan dari bersekolah dulu. aku berniat untuk mencari pekerjaan, tapi mana ada yang mau menerimaku, lulus SMP saja tidak aku muslim sejati, Allah tak suka hambanya yang berputus asa, maka aku harus terus berusaha tak boleh arangku itu patah.
           Dengan semabgat yang menggebu aku terus berusaha mencari pekerjaan, smpai akhirnya akumelihat sesosok wanita berkerudung merah " subbahaanallah sungguh anggunnya wanita itu !" terbesit rasa kagumku pada wanita itu. "Astagfirullah, apa yang ada dalam fikiranku tadi". Wanita itu telah membuat hari-hari ku menjadi penuh warna. ini adalah pertama kalinya aku tertarik pada sosok wanita, bisa dibilng ini adalah cinta pertamaku. "apakah perasaanku ini salah Yaa Allah, mengapa aku selalu teringat wanita itu ". Aku selalu memohon agar Allah memberikan petunjuk kepadaku.
          Hari demi hari perasaanku semakin tak karuan, aku berniat untuk mendatanginya, tapi aku tak berani untuk menyapanya, apalagi mendekatinya, yang bisa aku lakukan hanya memandanginya dari jauh itupun sudah cukup untukku. Sampai akhirnya perasaanku di ketahui oleh kakakku, dan malam harinya aku diantar kakakku untuk bersilaturahim kerumah wanita itu,Maryam namanya. Tibalah aku dan kakakku didepan pintu rumah Maryam.
"Tok,,tok,,tok,,Assalaamualaikum".
"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk mas......."!
Oh, subbahaanallah suaranay menggetarkan hatiku, membuat aku tak bisa melngkah masuk. Kenapa aku ini ,bibirku seakan terkunci untuk berbicara, bahkan tak sanggup rasanya memandanginya , tubuhku bergetar. Dan akhirnya aku memulai pembicaraan itu meki ak utak mampu menatap matanya. Aku pun segera pamit untuk pulng, aku tak ingin lama-lama berada di dekatnya, aku tak ingin hawa nafsu masuk dalam jiwaku. 
"katakan perasaanmu pada maryam , Yunus,,,,, sebelum dia ada yang punya. "kata-kata itu selalu ada dalam fikiranku. Mungkin aku harys katakan. Ya, mungkin ini saatnya,,,!
Aku temui Maryam, dengan kata bassmalah aku berkata "Maryam aku suka sama kamu."
"Subbahanallah mas, mungkin sudah terlambat ,,,,! aku sudah di tunangkan oleh orang tuaku ,,!!. Hatiku hancur berkeping-keping mendengar perkataan wanita yang sudah menjadi penyemangat hidupku. Aku pulng dengan kesedihan yang sangat mendalam, mungkin ini adalah jalan yang terbaik yang di berikan Allah padaku, aku harus tetap semanagt.
          dan mulai sekarang sifatku kembali seperti dulu. Aku menjadi seorang yang pendiam dan memperdalam ilmu thoriqoh ku. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta pada Allah, cinta yang membuat hidupku begitu ndah, damai, begitu berarti dan membuatku begitu sejuk .

Diam-Diam

DIAM -DIAM

       Sewaktu kelas 2 SMP  Arman naksir diam-diam sama Lia. Arman adalah temen sekelasku, sebenarnya dia bisa mudah mendapatkan Lia atau cewekdengan mudah karena wajahnya gk jelek-jelek amat. Beda sama aku yang muka di bawah standart. Tetapi dia itu dongo bukan dongok seperti tiap pagi disekolahan. Tiba-tiba dia lari-lari keliling lapangan sambil bawa bendera atau ngubek-ngubek combeeran. Dia dongo dalam mendekati seorang cewek, apalagi cewek yang dia taksir, bisa bisa dia kayak mati dirubung semut saking senangnya. 
        "Eh dik, aku tah naksir sama anak kelas 2B"
"oh Ya men ,,,,,sedap" jawab ku
        " Tapi gimana ni aku gak berani nyamperin dia"
"Bego bnget loe men ! tinggal nyamperin dia gak  berani ,,,!!! cemen loe
        Dengan gaya sok berani dia menuju kekelas Lia, ujung-ujungnya dia balik lagi kekelas. pertanayaanya apakah dia berhasil ? tidak dia tidak berani nyamperin tuh cewek.... jatuh cinta diam-diam itu nyesek banget. Beneran !kita hanya bisa memuji-memuji dia tanpa dia tau perasaan kita.jatuh cinta diam-diam itu bisa jadi kita ngebleng,kadang ngalamun sendiri, senyum-senyum sendiri untung saja mbak kunti tidak masuk dalam jiwa kita. Dan jatuh cinta diam-diam itu bikin kita jadi aneh dan norak. Arman contohnya setiap buku pelajaran dia ditulisi huruf A dan L di kasih tanda hati besar. Apanih maksudnya aneh banger.
        Jatuh cinta diam-diam mengajari kita menjadi seorang pengecut. Arman tau semua tentang lia, warna kesukaannya,m makanan kesukaannya,rumahnya, sampai gaya tidurnya dia tau (peramal atau apa).
       Dari mana kita tau semua ini ? tentu dari teman,dari pengamatan, dan keinginan mencari tau tentang cewek yang kita taksir.
       Saat itu aku berfikir, Arman sanagt dongo karena tidak bisa bilng ke Lia akan perasaan cintanya. Namun, apa yang dilakukan Arman juga aku lakukan. Aku juga ngalamin cinta yang sama yaitu aku jatuh cinta pada temn satu kelas ku. Namanya mawar, ternyata apa yang dilakukan Arman, juga dilakukan oleh orang-orang yang jatuh cinta diam-diam.
       Catatan buku ku terpenuhi dengan ornamenbunga Mawar.. Dengan inisial D dan M. Akusangat bangga sekali karena menurutku D dan M itu cocok banget,(cocok dari mana, aku gak tau.Yang penting asal cocok saja).
       Dan cinta ku pada temen sekelas ini, membuataku menjadi buronan hukuman guru, tau nggak knapa ???  tiap aku diberi pertanyaan guru apa jawaban ku ,,?? " Sumpah dah dia cantik banget, pinter, andai saja dia jadi kumbang aku mau jadi madunya ". Gila guru mana yang gak dongkol denger jawaban muridnya gitu. Dan akhirnya hukuman hormat ditiang bendera pun akau jalani dengan senang hati. Aku senang dapat hukuman guru, dari situ aku dapt simpatinya Mawar.
       Sedangkan Arman, tiap jam istirahat dengan semangat 45 dia menuju ke kantin berharap Lia jajan dan akhirnya dia bisa makan bareng sama Lia. Anaehnya saat mereka berpapasan, Arman berpura-pura tidak melihat Lia, dan saat menjauh Arman akan membalikkan badan melihat punggung Lia. Momen-momen pertemuan itu tidak bisa di gunakan dengan baik bagi para pecinta diam-dia.
       Waktu main kerumah ku, Arman bertanya " kamu nyadar nggak sih , kenapa cewek yang kita suka selalu gak suka sama kita ?" kenapa sih kita mesti suka cewek yang kayak gitu ? " kenapa kita gak suka sama cewek yang suka sama kita aja !! "Emang ada suka sama kita "Tanya ku" yaah seandainya gitu, aku capek Dik, gini trus aku pengen Lia tau apa yang aku rasakan". "iya dan kita harus berani ngungkapin perasaan kita, aku takut kalau aku nantinya stress dan terjun dari atap sekolah gara-gara cintaku gak kesampaian"( lebay banget kedengerannya ). 
       Kelasku merencanakan liburan ke laut. Aku rasa momen ini paling buwat mengutarakan perasaan cintaku pada Mawar. Maka ketika ke laut, aku hanya pakai celana kolor, sandal jepit, rambut ku acak-acakan lengkap dengan kaos oblong yang bolong dibagian ketek.
       Semakin aku menunggu waktu yang pas untuk aku ngomong ke Mawar, aku semakinmengulur-ulur waktu. Sampai akhirnya, ketika aku rasa saatnya sudah pas, Mawar bahagia dengan cowok lain. Mereka menulis-menulis di pantai, bergandengan tangan, lari sana lari sini. Apa yang aku lakuin , cuma ngambang aja di laut, berharap ada tsunami datang.
       Orang yang jatuh cinta diam-diampada akhirnya menyesal. Aku menyesal kenapa aku gak ngomong kalu aku suka sama Mawar. Adam rupanya tidak menyesal, karena dia sempat mengutarakan cintanya kepada Alia. Dia sempat jadiam meski hanya satu hari.
        Orang yang jatuh cinta diam-diam harus melanjutkan hidupnya dengan kegalauan. Aku masuk SMA dengan perasaan galau. Dan berharap mukaku akan berubah. Berdo'a dalam hati " Semoga saja muka ku akan berubah kayak Lee min ho dan dia mau sama aku". Tapi imposiblebanget do'aku  tidak pernah terkabul. Aku pasrah dan hanya berdo'a " Moga-moga dia bahagia dengan siapapun yang dia pilih nantinya.
        Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendo'akan, setelah capek berharap orng yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa ikhlas dan meratapi semuanaya, dan orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti mereka selalu melakukan jatuh cinta sendirian.

Untung Ada Sahabat



Untung Ada Sahabat 



U

ntukku, arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Tapai anehnya semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mama ku sedang bertugas ke london dan aku sendirian menjaga rumah.

     Singkat cerita, pada suatu siang, aku danc seorang sahabatku sedang berada di perpustakaan’ menunggu kedatangan sahabat kami yang satu lagi untuk mencari materi tugas kelompok kimia . “hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.

     “Rere ! katanya mau mencari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak ? kamu bawa kartu perpus kan ??? pokoknya besok kamis , semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuuu,,,,, setelah itu bebas tugas. Main playstation !”jelas ari dengan nada nyaring.


     Ari orang yang simpel, punya banyak akal, sering bereksperimen tapi sering gagal, hehehe,,, dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2, aku sering sekelompok, biasanya sih, dia selalu kalah adu poendapat denganku, tapi, beda lagi kalau masalah bermain playstation, Ari jagonya. Rasanya seperti dudah tau apabyang terjadi di permainan itu. Tapai entah kenapa, sekalipun bermain pasti ketagihan, sebenarnya aku kurang suka main playstation, gara-gara Ari, aku jadi ikut-ikutan suka main game.


     Sahabatku yang kedua adalah Omi, nama sebenarnya Tommy. Omi pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan enam kali. “Sebentar lagi dia pasti datang – nah sudah kuduga dia datang kesini.” Kataku”.


    “Kamu gak malu pakai masker itu ??” tanyaaku pada omi yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ii dia pilek dan batuk, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi masker hitam gambar naruto masih dipakai. Aku heran , orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.


     Kami pulang bersama berjalan kaki , rumah kami dekat dengan sekolah , Omi dan Ari juga teman satu komplek perumahan. Saat pulng dari sekolah terjadi sesuatu.


     Kataku dalam hati sambil liat dari kejauhan “(Eh,api_api !)”

“aku sangat kenaldengan rumah ku sendiri,,,,,,”aku mulai ketakutan saatvkulihat ada api di genting depan rumahku.Karena semakinketakutannya, aku terpaku ditempat dan sama sekali tak bergerak.

“Ada api woy !”Ari dan Omi setuju denganku. Jadi melihatku seksama,  ia tahu kalau aku takut api . Aku melihat Ari seperti sedang berfikir tentangku dan merencanakan sesuatu.

“Oke, Rere ,,,, kamu pergi segera beritahu satpam sekarang. Aku dan Omi akan cari cara buat padamin apinya dan teriak,,,, kebakaran !,,, pasti tetangga keluar semua “ bisikan Ari terdengar membuatku semakinketakutan tak berbentuk. 


     Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali barnafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut.” ...... Rerel, ayo.... satpam” Ari membisikku sekali lagi.


     Aku segera lari ke pos satpamyang ada di ujung jaln dekat gapura, tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku . Pak satpam panik mendengar ceritaku, ia segera memberi tahu petugas lainnya untuk segera memadamkan api dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali kerumahku.


     “Yaa Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku. Saat itu sedang mengolesi saleb ke lengan Omi yanng sedikit melepuh. Terlihat juga tangan Ari yang memerah seperti terkena percikan api. Satpam langsung menelpon polisi akibat kebakaran ini.


     “Jangan kawatir ,,,,, hehehehe,,,,,,kita berdua sama pak satpam berhasil memadamkan apinya. Tadi saat kami teriak kebakaran ! ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Untung mamamu pergi lupa menguras kolam ikan, dan untungnya lagi ada ember dikolam dan sprei di jemuran yang masih basah, jadi yaa,,,,, terpaksa kami pake buwat madamin apinya,,,, hehehe. Ari dan Aku gak sengaja kena percikan apinya, tapi gak seberapa kok sakitnya” jawab Omidengan tenang dan pedenya.

Kemudian Ari membalas perkataan Omi”Rumahmu gak kenapa-kenapa kok, kita madamin apinya pas awal-awal, pas apinya masih merambat dari kabel listrik ke gentingmu jadi gak sempat membesar,apinya sudah kami padamkan.”Dan satu lagi, mungki saja kabel listrikmu ada yang konslet” tambahnya.


     Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Ari dan Omi datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa ini seperti tidak pernah terjadi akibat tingkah kocakyang mereka lakukan setelah itu.”Hahahahaha,,,,,” Ari malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannyasaat main playstation. Sedangkan Omi bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan masker hitam bergambar narutonya sesaat sebelum terkena percikan api. Bagaimana caranya ? aku juga kurang paham. Omi kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

     “(Hahahahahaha)’’,,,,,,,,, aku tertawa dalam hati karena mereka memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menasngisi mereka, malu dong sama Ari dan Omi . tapi ada pelajaran yang ku petik dari dua sahabatku ini .


     Arti persahabatan bukan Cuma teman bermain dan bersenang-senang, mereka lebih mengrti ketakutan dan kelemahan diriku. Ari dan Omi adalah sahabat terbaikku. Pikirku tidak ada orang yang rela mengorbankan nywanya jika bukan untuk sahabatnya. Hah ! aku jadi mersa beruntung memiliki sahabat seperti mereka.